Sekelompok Massa dari Aliansi Masyarakat Riau (AMR) beserta kelompok masyarakat dari berbagai elemen mulai berdatangan di depan Gerbang jalan masuk menuju Gedung Lancang Kuning Bandara Sultan Syarif Kasim II dengan berbagai atribut berupa spanduk, bendera dan berbagai atribut lainnya untuk menolak kedatangan Pemerintah Pusat karena masyarakat yang masih belum puas dengan proses berjalannya penegakkan hukum di Riau. Jumat (13/11/2020).

Setelah pesawat yang di tumpangi rombongan pemerintah landing, aksi massa mulai memanas dan mendesak pasukan Penanggulangan Huru-Hara (PHH) Lanud Roesmin Nurjadin untuk tidak mecampuri urusan demo, maka terjadilah saling dorong mendorong antara Pasukan Huru Hara dengan pengunjuk rasa, namun massa belum jera dan terus melakukan tindakan anarkis. Beberapa pendemo ada yang membakar ban kemudian massa yang beringas memukuli tameng Pasukan Huru Hara dan melempari dengan batu/kayu dan air kotor.

Pasukan Huru Hara Lanud Roesmin Nurjadin dengan mudah mengantisipasi Aksi massa yang sudah anarkis dan situasi dapat dikendalikan dan mulai kondusif, apalagi provokatornya sudah dapat diamankan. Beberapa pendemo ada yang terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit dengan menggunakan ambulance.

Demikianlah skenario latihan Penanggulangan Huru-Hara (PHH) yang merupakan kegiatan rutin dilaksanakan oleh Dinas Operasi sebagai program kerja Lanud Roesmin Nurjadin tahun anggaran 2020.

Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Ronny Irianto Moningka,S.T.,M.M., mengatakan, latihan PHH ini bertujuan untuk meningkatkan ketangkasan seorang prajurit dalam mengamankan Bandara dari demo atau dalam bentuk lain.

“Jangan sampai bandara diduduki oleh pendemo, cegah dengan cekatan tentunya kita sebagai prajurit harus lakukan pendekatan kepada pendemo agar tidak melakukan anarkis, kita harus profesional akan hal ini, sangat sangat apresiasi latihan yang di gelar oleh Dinas Operasi”, kata Ronny

Dalam latihan kali ini, melibatkan 200 personel yang terdiri dari pasukan Kompi Taktis Lanud Rsn, Yonko 46 Paskhas, satu regu pemadam kebakaran, tim kesehatan, personel Satpomau dan Intelpam.

Diharapkan melalui latihan ini, seluruh personel yang terlibat akan dapat lebih memahami dan menguasai seluruh prosedur yang berlaku dalam mengendalikan maupun menanggulangi aksi demonstran yang anarkis secara terukur sesuai dengan prosedur yang berlaku.