Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Ronny Irianto Moningka,S.T., M.M., di wakili oleh Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Kolonel Pnb Dedy Supriyanto, S.M., menyampaikan penekanan dari Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo,S.E.,M.P.P., pada kegiatan apel khusus, bertempat di Shelter Charlie Lanud Roesmin Nurjadin, Kamis (15/10/2020).

Pimpinan apel, Kadisops Kolonel Pnb Dedy Supriyanto menyampaikan, Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengatakan, sesuai penekanan dari Presiden RI Ir.Joko Widodo, pertama, pasukan yang bertugas dalam melaksanakan keamanan, kepada demonstrasi harus humanis, kedua, prajurit TNI harus bersinergi dengan Polri.

Selanjutnya Kasau menekankan, prajurit yang diperbantuan kepada Polri hendaknya bertindak secara humanis tidak anarkis dan melakukan kekerasan, humanis harus dikedepankan.

“Komandan Pleton harus bisa mengendalikan pasukannya, kalau ada pancingan hanya Komandan Pleton yang boleh menggerakan, tidak boleh bersifat individu, oleh karena itu Danton bertanggung pada personelnya,”kata Kasau.

Orang no.1 jajaran TNI AU mengatakan, apabila eskalasi atau situasi menuju anarkis laksanakan dengan sesuai SOP, seorang Komandan harus mampu mengendalikan pasukannya, jika diperbantukan kepada Polri agar berkoordinasi dengan Komando Wilayah hal ini adalah Korem.

“Utamakan sinergitas TNI dan Polri, kita harus satu kata dengan mereka, jaga kesehatan pasukan karena pandemi Covid-19 belum berakhir, prajurit harus loyal, setiap perintah harus dipedomani dan dilaksanakan dengan baik dan tetap waspada menyikapi perkembangan situasi yang ada,”kata Kasau.

Kasau kembali menekankan, terkait situasi dimana-mana ada demo dan beritanya sudah viral oleh karena itu seluruh personel TNI AU dan keluarganya untuk tidak menanggapi negatif, jangan ikut mengomentari atau menggugah berita apalagi berkaitan dengan pemerintah maupun institusi lainya terutama berita hoax di media sosial.

Nampak Hadir Para Kadis,Dansat dan pejabat Lanud serta seluruh personel Lanud Roesmin Nurjadin.