Meskipun masih dalam masa pandemi Covid-19, sebagai prajurit kesatria, militan, loyal dan profesional harus bermental yang kuat serta semangat dan harus memiliki naluri tempur seorang prajurit yang tidak boleh luntur.

Demikian apa yang dikatakan oleh Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Lanud Roesmin Nurjadin Kolonel Pnb Dedy Supriyanto,S.M., saat mengikuti latihan menembak laras pendek dan laras panjang di lapangan tembak Lanud Roesmin Nurjadin, Jumat (26/6/2020).

Latihan menambak kali ini perwira dipersenjatai dengan menggunakan senjata laras pendek (pistol) Glock 19 dan sedangkan bagi Bintara dan Tamtama menggunakan senjata laras panjang dengan menggunakan senjata SS2 V2.

Selanjutnya disela-sela latihan Kolonel PNB Dedy Supriyanto mengatakan, bahwa senjata adalah sebagai alat utama bagi prajurit, oleh karena itu latihan kegiatan menembak harus rutin dan serius dilaksanakan, tujuannya disamping untuk mengasah naluri tempur juga untuk mengecek kesiapan senjata sekaligus mencetak prajurit berprestasi, selain itu agar para prajurit selalu siap setiap saat, apabila dibutuhkan ileh Komando Atas untuk menjalankan tugas, ” pungkasnya.

“Dalam kegiatan latihan menembak ini, tetap memperhatikan protokol kesehatan sesuai yang telah diamanatkan oleh pemerintah dimasa berlakunya New Normal untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona,”kata Dedy.

Dedy Supriyanto mengatakan, saya yakin dengan latihan ini, prajurit akan mampu mengoperasikan senjata inj dengan baik dan tidak ada alasan bagi setiap insan prajurit untuk tidak mengikutinya.

Sebelum pelaksanaan menembak terlebih dahulu diawali savety briefing oleh Kepala Seksi Senjata (Kasisen) Letkol Tek Anung Februari Yanto tentang teknis dan keamanan dalam menggunakan senjata.

Meskipun masih dalam masa pandemi Covid-19, sebagai prajurit kesatria, militan, loyal dan profesional harus bermental yang kuat serta semangat dan harus memiliki naluri tempur seorang prajurit yang tidak boleh luntur.

Demikian apa yang dikatakan oleh Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Lanud Roesmin Nurjadin Kolonel Pnb Dedy Supriyanto,S.M., saat mengikuti latihan menembak laras pendek dan laras panjang di lapangan tembak Lanud Roesmin Nurjadin, Jumat (26/6/2020).

Latihan menambak kali ini perwira dipersenjatai dengan menggunakan senjata laras pendek (pistol) Glock 19 dan sedangkan bagi Bintara dan Tamtama menggunakan senjata laras panjang dengan menggunakan senjata SS2 V2.

Selanjutnya disela-sela latihan Kolonel PNB Dedy Supriyanto mengatakan, bahwa senjata adalah sebagai alat utama bagi prajurit, oleh karena itu latihan kegiatan menembak harus rutin dan serius dilaksanakan, tujuannya disamping untuk mengasah naluri tempur juga untuk mengecek kesiapan senjata sekaligus mencetak prajurit berprestasi, selain itu agar para prajurit selalu siap setiap saat, apabila dibutuhkan ileh Komando Atas untuk menjalankan tugas, ” pungkasnya.

“Dalam kegiatan latihan menembak ini, tetap memperhatikan protokol kesehatan sesuai yang telah diamanatkan oleh pemerintah dimasa berlakunya New Normal untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona,”kata Dedy.

Dedy Supriyanto mengatakan, saya yakin dengan latihan ini, prajurit akan mampu mengoperasikan senjata inj dengan baik dan tidak ada alasan bagi setiap insan prajurit untuk tidak mengikutinya.

Sebelum pelaksanaan menembak terlebih dahulu diawali savety briefing oleh Kepala Seksi Senjata (Kasisen) Letkol Tek Anung Februari Yanto tentang teknis dan keamanan dalam menggunakan senjata.