Danlanud Rsn Marsma TNI Henri Alfiandi bersama tim bantuan pemeliharaan lapangan (Banharlap) memberikan keterangan pers terkait upaya yang dilakukan TNI AU pasca terjadinya insiden F-16 yang terjadi di Bandara SSK II beberapa waktu lalu, bertempat di ruang Arjuna Lanud Rsn, Jum’at (17/3).

Dalam kesempatan ini Danlanud Rsn didampingi oleh Kolonel Tek Iwan Agung selaku ketua tim Banharlap, Mayor A. Subagio anggota tim Banharlap dan Kepala Dinas Logistik (Kadislog) Lanud Rsn Letkol Tek R. Anggoro.

Danlanud menyampaikan terkait dengan insiden yang terjadi, telah dilaksanakan pemeriksaan oleh Tim Pemeriksa Insiden Pesawat Udara (TPIPU), dan atas perintah KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto pada tanggal 15 Maret telah dikirimkan tim Banharlap juga untuk melaksanakan pemeriksaan.

Ditambahkan oleh Danlanud, dari pemeriksaan tim, akibat insiden yang terjadi terdapat kerusakan di tiga titik, yaitu di bagian hidung pesawat, sayap sebelah kiri dan bagian ekor.

“Setelah dilaksanakan pemeriksaan dan penilaian oleh tim, kerusakan yang terjadi diperkirakan sekitar 20 sampai 25 persen, dan pesawat dinilai laik untuk diterbangkan kembali, tentunya setelah dilakukan perbaikan yang akan dilaksanakan di Lanud Iswahjudi”, lanjut Danlanud.

Selain diperbaiki, rencananya pesawat ini juga akan diupgrade kemampuannya, karena kebetulan kurang dari 70 jam lagi akan dijadwalkan untuk dilakukan program Mid Life Upgrade (MLU) salah satunya adalah Falcon Star, yaitu peningkatan airframe dari 6000 jam ke 8000 jam, dan nantinya diperkirakan pada tahun 2019 akan dapat diterbangkan kembali dengan kemampuan yang lebih baik.

Danlanud juga mengatakan bahwa saat ini seluruh pesawat F-16 yang ada di Lanud Rsn sedang dilaksanakan pengecekan kembali agar hal serupa tidak terjadi lagi, dan diharapkan dapat terbang kembali ataupun berpartisipasi dalam memeriahkan peringatan HUT TNI AU pada 9 April nanti.
Terkait dengan penyebab kecelakaan, Danlanud mengatakan bahwa hal ini masih dalam penyelidikan oleh tim yang dibentuk oleh komando atas.

“Adanya insiden ini juga tidak akan terlalu mempengaruhi tugas Lanud Rsn dalam menjaga dan mengamankan kedaulatan udara NKRI”, pungkas Danlanud.