Selaku satuan tempur udara yang harus selalu siap dalam melaksanakan setiap misi operasi udara, Skadron Udara 1 Lanud Supadio terus membina dan meningkatkan kemampuan para penerbangnya dengan melakukan berbagai latihan yang telah terjadwal, baik latihan tingkat satuan, antar satuan dan latihan puncak TNI AU  “Angkasa Yudha” serta latihan Gabungan TNI, demikian disampaikan Danskadron Udara I, Letkol Pnb Radar Suharsono di sela-sela melaksanakan latihan Weapon Delivery yang digelar di Lanud Roesmin Nurjadin, Selasa (24/9).


   Latihan Weapon Delivery yang digelar di Lanud Rsn tersebut merupakan latihan tingkat satuan yang diikuti oleh seluruh penerbang Skadron Udara 1. Menurut Danskadron Udara 1, latihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan para penerbang dalam melaksanakan penembakan Air to Ground di areal latihan Air Weapon Range atau AWR, Siabu Lanud Roesmin Nurjadin. Selama latihan seluruh penerbang akan melaksanakan latihan penembakan udara ke darat, menggunakan roket jenis FFAR dan melaksanakan pengeboman menggunakan Bomb Dummy Unit (BDU) 33, Bom Latih Asap BLA (BLA) dan pada puncaknya akan menggunakan bom aktif jenis MK-82. Lebih lanjut mantan Dankorsis Sekkau Angkatan 91 tersebut juga menambahkan bahwa, digelarnya latihan Skadron Udara 1 di Lanud Roesmin Nurjadin tersebut, karena jarak AWR Siabu yang relatif dekat dengan Lanud Rsn sehingga, dalam satu sortie penerbangan, para penerbang dapat melaksanakan beberapa kali manuver terbang dikawasan AWR, Siabu dan bisa melihat, mengevaluasi serta mengkoreksi hasil perkenaan dari penembakan  target yang berada di area Tactical Range AWR, Siabu.


    Direncanakan latihan Weapon Delivery yang dilaksanakan oleh Skadron Udara 1 Lanud Supadio tersebut akan berlangsung hingga tanggal 1 Oktober mendatang dan turut didukung oleh tim Demolisi dari Depo 60, Madiun.